Kamis, 06 Desember 2012
Hidayatullah.com--Koran Yediot Aharonot Israel
melansir info bahwa seorang prajurit Israel hilang kontak pada Rabu
pagi di kawasan Palestina Selatan. Prajurit tersebut telah hilang kontak
sejak Selasa sore kemarin, setelah meninggalkan barak militer di
Harsilia, Palestina Selatan.
Pasukan Israel meminta pihak
kepolisian dan warga Yahudi agar membantu mereka mencari prajurit yang
hilang. Prajurit tersebut memakai seragam penerbang Israel, dan membawa
tas kecil saat meninggalkan barak, terakhir ia terlihat di kawasan
Harsilia.
Israel memiliki pengalaman buruk ketika salah satu
prajuritnya bernama Gilad Shalit diculik pejuang pembebasan Palestina,
Hamas. Dengan terpaksa, Zionis melakukan pertukaran seorang tawanan bernama Gilad Shalit dengan dengan 1027 orang Palestina yang dikurung di berbagai penjara Zionis Israel.
"Kita harus keluar dari lereng licin yang kita jelajahi 25 tahun lalu," kata Barak kepada Radio Israel belum lama ini.
Persiapan Festival dan Roket M75
Di
saat Zionis masih panik salah satu prajuritnya hilang, di tempat
berbeda, di alun-alun Brigade Hijau gaza, dipenuhi puluhan warga dalam
rangka persiapan festival hari jadi Hamas.
Di samping panggung
yang besar, juga dipampang replica roket jenis M75, di atasnya ditulis
syiar Brigade Syahid Izzuddin Al-Qassam, dan juga tertulis dalam bahasa
Inggris kalimat “Made In Gaza”, kalimat ini membanggakan rakyat Gaza,
sebagai cermin keseriusan upaya pihak perlawanan mengembangkan peralatan
militernya, terutama Brigade Izzudin Al-Qassam.
Seorang warga, Hamadah Hamid menyatakan kepada koresponden Pusat Informasi Palestina (PIC),
roket yang dibuat tangan-tangan Palestina ini, tidak mengejutkan Israel
saja, tetapi juga mengejutkan rakyat Palestina, karena kita pernah
mengira bahwa Brigade Al-Qassam sudah lemah dan cenderung meninggalkan
perlawanan bersenjata, tetapi ternyata sebaliknya istiqomah melanjutkan
jalan jihad yang telah ditorehkan para pendahulunya.*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar