Waspada Banjir Dan Tanah Longsor
Jepara go green – Memasuki bulan November sebagian besar wilayah Indonesia mengalami perubahan musim dari musim panas ke musim penghujan. Dengan menganalisan tahun sebelumnya banyak daerah-daerah di Indonesia yang didera bencana banjir dan juga tanah longsor. Yang lebih parahnya lagi, bencana alam tersebut merupakan agenda tahunan yang harus di alami masyarakat Kita.
Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) menghimbau kepada masyarakat agar waspada dengan bencana alam yang notabene menjadi hal yang sudah biasa yang harus di hadapi pada waktu musim penghujan tiba. KLH mengambil langkah pertama dengan melakukan kampanye pencegahan banjir dan juga tanah longsor terutama pada daerah-daerah yang sudah menjadi langganan bencana alam tersebut
“Kita tekankan pada pemerintah daerah yang mempunyai wilayah rawan banjir dan juga tanah longsor untuk melakukan kampanye waspada bencana tersebut,” ujar Hermono Sigit (Asisten Deputi Urusan Pengadilan Kerusakan Ekosistem Perairan Darat Kementrian Lingkungan Hidup).
Isi kampanye KLH tersebut meliputi kesiagaan banjir dan tanah longsor serta memberikan pedoman kepada masyarakat untuk selalu mencegah sebelum terjadinya bencana alam tahunan tersebut terjadi.
Pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat contohnya dengan membersihkan saluran-saluran air seperti selokan maupun sungai dari sampah maupun endapan tanah yang menutupi saluran tersebut. Dengan bersihnya saluran air dari sampah maupun endapan tanah, bisa memperlancar pembuangan air ketika hujan tiba.
Kerusakan hutan akibat pembalakan liar menjadi sebab utama banyak terjadinya bencana banjir maupun tanah longsor di Negara Indonesia. Bahkan setiap tahunnya banyak memakan korban jiwa akibat bencana tersebut.
Untuk mencegah bencana rutinan tersebut untuk jangka lama, salah satunya adalah dengan melestarikan hutan kita ataupun menanam pohon-pohon kuat di lahan-lahan kosong

Tidak ada komentar:
Posting Komentar